Mengabarkan Berbagai Berita Dan Teknologi Hari Ini
Komik  

One Piece: Oda Sebut Buah Iblis Franky!

Franky merupakan salah satu kru Topi Jerami yang berjasa di One Piece. Dia sudah membangun sebuah kapal baru setelah kru Topi Jerami kehilangan Going Merry di arc Water Seven. Kapal baru tersebut kita kenal dengan nama Thousand Suny atau Suny Go. Kapalnya terbuat dari kayu mustika adam, yang merupakan material yang sama dengan kapal Oro Jackson milik Roger.

Sebelum bertemu dengan kru Topi Jerami, Franky merupakan pemimpin dari kelompok Franky Family. Sedari dulu Franky sudah terobsesi dengan Tom, sosok ahli kayu dan pembuat kapal ternama yang menjadi panutan bagi Franky. Tom juga adalah satu-satunya orang yang peduli kepada Franky, dan menjadikannya sebagai penerusnya. Namun, insiden besar yang menyerang Water Seven membuat Tom akhirnya harus tewas.

Franky kemudian mengisi peran Tom untuk menjadi pelindung Water 7 dengan caranya sendiri. Dia menjadi penguasa dunia kriminal di Water Seven. Meskipun dia memang sering berbuat jahat, tujuan utamanya adalah melindungi kota tersebut. Akhirnya, waktu yang kemudian mempertemukan Franky dengan kru Topi Jerami. Franky sendiri merupakan manusia yang memiliki beberapa bagian tubuh buatan, yang kemudian kita kenal sebagai cyborg.

Bagian depan dari tubuhnya benar-benar menjadi pelindung bagi nyawanya, karena tahan terhadap berbagai serangan. Namun, sayangnya, bagian belakang tubuh Franky masih tetap rapuh. Dengan tubuh cyborg tersebut, Franky banyak menyimpan senjata yang dia gunakan untuk bertarung melawan musuh. Misalnya, kita melihat pertarungan Franky menghadapi Sasaki yang cukup unik dan menarik. Atau ketika dia menggilas wajah Big Mom.

Franky Miliki Buah Iblis?

Dalam kru bajak laut Topi Jerami sendiri diketahui baru empat orang yang memiliki kekuatan buah iblis. Mereka adalah Luffy, Brook, Chopper, dan Robin. Bagaimana jika kemudian kru Topi Jerami lainnya memiliki kemampuan buah iblis? Hal ini pun dijawab oleh Oda Sensei dalam kolom SBS Volume 98 kemarin. Dalam kolom SBS tersebut, seorang fan bertanya kepada Oda Sensei apa buah iblis yang cocok untuk dimakan oleh para kru Topi Jerami lainnya yang belum memiliki kekuatan buah iblis.

Oda Sensei kemudian menjawab bahwa pertanyaan tersebut menarik dan kemudian menegaskan jawabannya. Menurut Oda, Franky akan sangat cocok untuk memiliki kekuatan buah iblis milik Baby 5 yaitu Buki Buki no Mi. Franky menerima buah iblis Buki Buki no Mi milik Baby 5 memang cukup masuk akal. Dengan tubuh cyborg yang dia miliki, serta persenjataan yang melimpah, tidak perlu banyak penjelasan lagi mengapa kemudian Franky memang pas untuk menerima buah iblis tersebut.

Buah iblis Buki Buki no Mi atau Weapon-Weapon Fruit ini memberikan penggunakan kemampuan untuk mengubah bagian tubuh penggunanya atau seluruh tubuh menjadi sebuah senjata yang dahsyat. Buah iblis tersebut dimiliki oleh salah satu mantan petinggi dari kelompok bajak laut Donquixote, Baby 5. Buah iblis ini sangat cocok bagi mereka yang memang senang tampil habis-habisan dalam bertarung. Baby 5 pernah merubah dirinya menjadi sebuah bom yang dahsyat.

Namun, yang kemudian menjadi pertanyaanya adalah apakah Franky mau menerima kekuatan buah iblis tersebut. Ada kemungkinan jika dia tidak mau terlalu menonjol seperti halnya trio Topi Jerami. Mungkin ini juga alasan mengapa dia sangat jarang terlibat dalam pertarungan. Oda mungkin lebih senang menghadirkan Franky sesuai perannya di kelompok Topi Jerami.

Kesimpulannya

Dibandingkan kru lainnya, perkembangan diri Franky rasanya kurang begitu dieksplor, selain hal yang berkaitan dengan kapal. Franky menghabiskan waktu dua tahun untuk mempelajari berbagai cetak biru rancangan dari Vegapunk, demi meningkatkan kapasitas kemampuan tubuhnya. Secara keseluruhan, tubuh Franky sekarang benar-benar dipenuhi oleh komponen robot, dengan banyak peralatan dan senjata yang tersedia di dalamnya. Mungkin, Oda di kemudian hari Oda bisa lebih banyak mengeksplor lagi peningkatan kekuatan dari Franky di cerita One Piece.

Leave a Reply

Your email address will not be published.