Mengabarkan Berbagai Berita Dan Teknologi Hari Ini

Novel Terbaru Ku Kembalikan Suamiku Kepadamu

Handplanegoodness.com – Novel Terbaru Ku Kembalikan Suamiku Kepadamu. Pada artikel kali ini kami akan memberikan sebuah karya TrianaR terkait novel yang saat ini banyak di baca dan juga masih banyak di cari oleh pecinta novel.

Part 1

“Mas, hari ini jadikan mengantar aku pergi ke dokter untuk check up”?

Dia yang tengah menyisisr rambutnya, menoleh ke pada ku sekejap, lalu menepuk jidatnya. “Duh, maap dek, Barusan mas udah ada janji sama Aqilla mau ngenter dia ke water park.”

“Lho mas, dari satu bulan kebelakangkan udah janji mau nganter aku pergi ke dokter untuk check up kandungan aku”? protesku.

“Ya maap dek, kamu pergi sendiri aja yah bisa kan? Mas udah ada janji nih sama Aqilla. Nanti dia malah nangis,” sahutnya lagi, Aqilla meruapak putrinya dari hasil pernikahan pertamanya.

Dia berdiri dan lalu mengasih uang dengan jumlah empat ratus ribu. “Segini cukupkan buat USG ke dokter? Mas berangkat dulu yah, jaga ibu baik-baik. Kalau kamu mau pergi, sementara titipin ibu ke Mbak Ulfa aja.

Belum ku jawab kata darinya, dia sudah pergi begitu saja. Penampilannya hari ini begitu rapi, ia menggunakan kemeja kotak-kotak b erwarna biru yang di lipat sampai siku membalut tubuhnya yang tegap juga tinggi.

Aku hanya bisa menarik nafas, tidak hanya satu atau dua kali ia menolak untuk aku ajak pergi dengan alasan akan menemani Aqilla pergi jalan-jalan atau main kemana, sudah tentu dengan ibunya yang tak lain merupakan mantan istrinya.

Cemburu? Ya, bukankan hal tersebut meruapak hal yang lumrah? mereka pergi bersama sedangkan sudah tidak ada ikatan perkawinan, meskipun alasannya Aqilla, tapi,,,,

Padahal aku juga ingin rasanay di temani oleh suamiku untuk pergi ke dokter memeriksa kandungan. Kini aku tengah mengandung empat bulan, buah dari cintaku bersama dia.

Prannnnnkk… Terdenasgr suara gelas pecah dari arah kamar ibu mertua. Gegas akau lari untuk menghampirinya. Wanita setengah baya itu tengah susuah payah mengambil gelas minumnya.

“Astagfiruwlah, ibu gak apa-apa Bu?” Aku berusaha menolongnya, dan kembali membenarkannya pada temapat tidurnya.

“Ibu mau minum
Ibu menganguk pelan.
“Ibu tunggu di sini sebentar yah, biar aku ambilkan.
“Maaf nak, gelasnya jadi pecah gara-gara ibu. Sahut ibu mertuaku.

“Tidak apa-apa, Bu. Biar ini aku bersihkan.”
Aku kembali dengan membawa satu gelas air minum untuk ibu mertuaku.

“Terimakasih, Nak. Mana Bachtiar? bukankah kalian hari ini mau pergi ke dokter?
“Tidak jadi Bu, Mas Bachtiar udah pergi mau nemenin Aqilla.”
“Lho?!”
“Ibu tenang saja, aku bisa berangkat sendiri kok.”
“Hati-hati yah Nak. Maapkan putra Ibu–“ucapannya menggantung di udara.

Aku mengangguk dan tersenyum meski dalam hati terasa perih. Untungnya aku tidak merasa kesusahan saat hamil muda ini, tidak merasa morning sick juga tidak merasa ngidam. Semuan ya baik-baik saja.

Setelah beberapa jam. Aku lihat status Wa suamiku juga mentan istrinya dan mereka sama-sama memasang Story dan profil yang sama.

Aqilla berada di tengah-tengah dan keduanya mencium pipi Aqilla, selain itu. mengunggah video yang memperlihatkansebuah kebersamaan mereka seperti keluarga yang utuh dan bahagia.

“Alhamdulilah bayinya sehat, Bu,” kataku pada sang mertua setelah aku kembali dari klinik.

“Alhamdulilah…” Wanita yang setengah baya itu ikut tersenyum mendengarnya.
“Nih Tadi au sekalian mampir, beliin bubur ayam buat ibu, Ibu makan ya!”

Ibu mengangguk lagi. Segera ku ambilkan mangkuk dan menghidangkan bubur ayam tersebut ke atasnya. Perlahan aku menyuapin dengan penuh cinta. Ibu mertuaku sudah ku anggap seperti ibu ku sendiri, untuk saat ini ia sedang tengah sakit, tidak bisa berjalan lagi. Akibat kecelakaan pada saat mencoba menolong cucunya yang hampir tertabtabrak mobil.

“Terimakasih, Arini. Kamu baik sekali pada ibu, Tidak seperti Erpina yang selalu marah-marah” ucap ibu dengan mata berkaca-kaca.

“Bersyukur Bachtiar mempunyai istri sebaik kamu. Tetap menjadi menantu Ibu yah, Nak. Lanjutnya lagi sambil meraih tanganku.

Aku tersenyuum. Aku ingin juga seperti itu Bu, Tavi semua tergantung Mas Bachtiar.

Katanya dulu pernikahan Mas Bachtiar dengan Elvina kandas gara-gara mantan istrinya memilih pergi meninggalkan sang suami. Ia sudah tak tahan jika harus selalu merawat ibu mertua yang sakit-sakitan.

Mas Bachtiar datang kepadaku dan melamarku saat ia sudah menjadi seorang duda. Lantas aku menerimanya mengingat ada tuntutan dari orangtua ku untuk segera menikah agar tidak menjadi perawan tua.

Malam itu suamiku pulang dengan raut wajah yang gembira. Dia tersenyum-senyum sendiri, tanpa di minta ia menceritakan keseruannya di Water Park bersama Aqill dan mantan istrinya.

Dan hari-hari selanjutnya, Mas Bachtiar sering pulang telat dari kantor. Dia beralasan habis nemenin Aqilla. Tentu, mantan istri sering mengunggah kebersamaannya itu di jejaring media sosial.

“Dek, uang yang Mas kasih ini harus cukup semuanya ya, termasuk juga untuk menebus obat ibu” Kata Mas Bachtiar, sembari menyerahakn amplop berwarna coklat.

Aku mengambil dan menghitung isinya, dalam amplop yang aku hitung ada berisi 30 lembar uang seratius ribuan, “Mas, ko ini berkurang? biasanya kamu ngasih aku lebih dari segini?

“Iya Dek, yang 2 juta Mas ambil untyk membantu kebutuha Aqilla yang mau sekolah TK.”
“Apa? Bukannya Aqilla sudah ada jatah sendiri ya, Mas kenpa malah ambil jatahku?”
“Oh, jadi sekarang kamu gini yah?! perhitungan sama anakku, Iya?!”
“Bukan begitu Mas,,”

Ah sudahlah, Mas gak mau debat lagi! aku menikahimu itu. Agar kamu mengerti keadaanku! Pokonya kamu harus menerima apapun keputusan ku!”

Entah kenapa rasa begitu sesakl sekali, dulu aku sudah pernah meminta Aqilla untuk tinggal bersama kami saja. Aku akan berusaha menjadi ibu sambung baik untuk Aqilla, tapi, mantan istrinya menangis karena merasa keberatan.


[Buat orang ketiga yang merasa so kecantikan, kecantikanmu itu racun yang membuatmu bahagia bersama lelakiku. Selamat menikmati tidur nanti]

Aku terkaget saat ketika melihat status mantan instri suamiku. Aku berpikir, siapa yang dia maksud orang ketiga tersebut?

Tidak mau ambil pusing dengan postingannya akhir-akhir ini. Lebih baik aku fokus kepada kelargaku, walawpun entah mau di bawa kemana hubungan ini.

Sore itu Mas Bachtiar pulang dari kangtor dengan raut wajah lesu, tumben. Dia pun pulang cepat tidak seperti biasanya.

Singkat Cerita…

“Dek kamu mau kemana?” tanya dia sambil bangun dari tempat duduknay.
“Aku tahu, siapa yang bisa membantu kamu Mas.!
“Siap?”
“Ayo Ikut saja!”

Ada seorang wanita dan seorang anak yang tengah berdiri di teras. Dia langsung menghampiri kami, Apa lagi si kecil Aqilla langsung memangil ayah.

“Lho kok kesini, Dek? tanya heran.
Aku tersenyum amsam.

“Ada apa yah kalain kesini?” Tanya Elvina kebingunagn. Dengan wajah yang sinis menatapku, pasalnya Mas Bachtiar biasa berkunjung kerumah sendirian.

“Ini, kukembalikan Suamiku padamu Mbak!”

Leave a Reply

Your email address will not be published.